Tampilkan postingan dengan label Usaha Kecil dan Menengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Usaha Kecil dan Menengah. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Maret 2016
Songket Jasmani, Tenun Aceh Penuh Kreasi
Melihat motif-motif menarik dengan ragam warna yang memikat hati ini pastilah membuat hati bertanya, apa kisah di balik pembuatan kain dan siapa gerangan pembuatnya. Benar, kain-kain yang terpajang di foto ini bukanlah sekedar kain. Ini adalah tenun songket Aceh yang dapat kita temui di sentra pengrajin Songket Jasmani di Desa Miruek Taman, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.
Jasmani Daud (50), salah seorang pengrajin dari Desa Miruek Taman mulai berkarya sebagai penenun songket Aceh sejak tahun 1984. Keterampilan menenun diperolehnya dengan berguru pada mendiang Nyak Mu (Hj. Maryamu) yang meraih upakarti atas pengabdiannya sejak tahun 1973 bagi pelestarian pusaka kerajinan budaya Aceh di Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.
Selasa, 10 November 2015
Songket Nyakmu, Brand Lokal Warisan Indatu yang Pernah Mendunia
Berbicara kebudayaan lokal tentunya tidak dapat terpisahkan dari industri kerajinan tradisional. Pembenahan aspek manajerial dan pemasaran tak boleh diabaikan apabila kerajinan tradisional kita ingin tetap berdaya saing dalam arus perdagangan global. Di samping itu, kebanggaan dalam mengangkat warisan budaya leluhur melalui sebuah produk karya seni budaya dengan nilai estetika yang tinggi patut untuk terus dilestarikan.
Seperti halnya usaha tenun Songket Aceh Nyakmu yang berdomisili di Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Songket Nyakmu merupakan brand lokal wastu citra atau kain tradisional nusantara -- yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya menenun merupakan warisan leluhur masyarakat Aceh, seperti halnya budaya membatik pada masyarakat di Pulau Jawa.
Seperti halnya usaha tenun Songket Aceh Nyakmu yang berdomisili di Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Songket Nyakmu merupakan brand lokal wastu citra atau kain tradisional nusantara -- yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya menenun merupakan warisan leluhur masyarakat Aceh, seperti halnya budaya membatik pada masyarakat di Pulau Jawa.
![]() |
| Menenun adalah tradisi masyarakat Aceh sejak ratusan tahun silam. Sumber foto di sini |
![]() |
| Foto bertajuk : "Vrouw bezig met het weven van een kain te Atjeh" yang diperoleh dari koleksi KITLV Digital Media Library. Foto ini diambil di Aceh Besar, Provinsi Aceh. Sumber foto di sini |
Label:
Budaya Tenun Nusantara,
Cahaya Aceh,
I Love Songket Aceh,
Kerajinan Budaya Aceh,
Pesona Indonesia,
Sadar Budaya,
Sadar Karya,
Songket,
Songket Aceh,
Songket Nyakmu,
Souvenir Aceh,
Tenun Aceh,
Tenun Songket Aceh,
Usaha Kecil dan Menengah,
Wisata Budaya
Minggu, 01 November 2015
Diskusi Gathering Tenun Songket Aceh 2015
Diskusi Gathering Tenun Songket Aceh digelar di Aula Museum Aceh pada hari Sabtu, 31 Oktober 2015. Kegiatan ini diprakarsai dan diselenggarakan oleh komunitas I Love Songket Aceh -- sebuah komunitas sadar budaya dan sadar karya yang bertujuan untuk menggali dan memperkenalkan kekayaan kerajinan budaya Aceh, khususnya tenun songket Aceh. Acara ini turut dihadiri oleh masyarakat umum dari berbagai kalangan seperti dari akademisi, perwakilan instansi, komunitas, pemuda dan mahasiswa serta masyarakat umum. Diskusi ini mengusung tema "Pelestarian Songket Aceh sebagai Mahakarya Kerajinan Budaya Aceh."
Acara dibuka dengan sesi diskusi pertama yang menampilkan narasumber Ibu Laila Abdul Jalil, S.S.,M.A, Bapak Dr. Indra Zainun, M.P. dan Bapak Dr. Iskandarsyah Madjid, S.E., M.M. Dalam sesi diskusi pertama dipaparkan napak tilas tenun songket Aceh serta peluang dan tantangannya.
Label:
Budaya Tenun Nusantara,
Cahaya Aceh,
I Love Songket Aceh,
Kerajinan Budaya Aceh,
Komunitas,
Pesona Indonesia,
Sadar Budaya,
Sadar Karya,
Songket,
Songket Aceh,
Songket Nyakmu,
Souvenir Aceh,
Tenun Aceh,
Tenun Songket Aceh,
Usaha Kecil dan Menengah,
Wisata Budaya
Langganan:
Postingan (Atom)



